Spekulasi Kaum Tertindas

Kalian mengadopsi konsep Machiavelli dengan menghalalkan berbagai cara yang keji lalu menyuapi kami dengan jutaan janji yang penuh dengan basa-basi hingga kami mau tak mau harus menuruti bagaikan bejana yang harus terisi

Dengan berlindung di balik gedung institusi berpagar konstitusi, kalian mencoba tuk mempertahankan hegemoni dan mengamankan posisi. Sedangkan kami berada di balik jeruji, tersudut sambil gigit jari

Atas nama keadilan, kalian mencoba mencari aman di podium terdepan bagai Valentino Rossi yang menyalip dari kanan dan kiri sisi dengan harapan mendapat simpati dan dipuji

Dengan secarik kertas bernama pajak progresif kalian menghasut agar kami turut dan berperan aktif untuk menciptakan ekonomi yang sehat padahal itu semua hanya demi kekenyangan kalian bernama sahwat

Ku kira kalian adalah Imam Khomeini, ternyata itu semua hanya ilusi sebuah ilustrasi. Kalian ternyata wujud dari Reza Shah Pahlevi yang menciptakan sistem tirani untuk memenjarakan kami di sini yang tersudut jauh dari peduli

Kalian semua adalah pecundang yang berada di balik undang-undang perlahan namun pasti mencoba tuk menantang dan menendang para rival agar kalian dapat muncul sebagai pemenang

Ketika kapitalis mulai berprilaku bengis dan penuh najis, kini muncul ideologi bernama sosialis yang coba menawarkan drama romantis dengan alur tragis. Ditawarkannya berbagai macam pencerahan hingga kami terbang ke atas awan dengan dogma penuh perlawanan yang akhirnya membuat kami kembali ditahan

Ditawarkannya berbagai dogma beraroma fatamorgana hingga kami merasa haru dan gembira yang selama ini kami cari tuk menghilangkan dahaga. Lagi-lagi itu semua hanya tipu daya

Kalian semua hanya segerombolan monyet berseragamkan ideologi baphomet yang terus saja mencoba tuk menyeret dan menjadikan kami sebuah keset

Ini bukan lagi spekulasi kaum tertindas karena ku tahu pasti kalian kan terus menancap gas dengan cara yang begitu pedas agar kami dapat terus kalian tindas dan mati dengan cara yang cukup naas

Wahai pasukan ababil, datanglah bela kami tuk berlaku adil. Perangilah mereka yang bertingkah kafir agar nanti dapat menjauh dari kami dan menyingkir. Wahai Imam kedua belas, datanglah kepada kami kaum tertindas. Musnahkanlah mereka untuk menuntut balas hingga nanti hanya meninggalkan bekas.

Post a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s