Manipulasi Resistensi

ditengah arus pusaran angkara, duka nestapa dan murka yang lebih gila dari Ariel Sharon dalam prahara genosida di Shabra dan Shatila. sesosok despot yang mendapat titah trah dari dajjal dan gholiat menebar bencana melalui resistensi wacana hingga angkat senjata. mendogma, menyebar virus propaganda secara berkala tanpa ada perlawanan, tak berdaya hingga sampai nanti dipenghujung senjakala tak membalas sapa, hingga saat terakhir menutup kedua kelopak mata

dalam prahara pemilu, yang menjadi dogma bagi para hamba yang lebih dipuja dan menjadi berhala menandingi sabda tuhan dalam agama. merakit isu konyol dan tolol demi mendulang suara. kreasi manipulasi dan distrosi dalam sebuah layar kaca demi citra semata. mengkontaminasi alam bawah sadar dengan polusi fatamorgana

aparat di bawah ketiak pasal berubah sosok menjadi eksekutor. pada setiap sudut urban dan desa menebar teror dengan cara kotor. laksana drama yang terskema dalam film horor. di bawah asuhan para legislator dalam kubangan rekayasa negara donor

kontak fisik a la pegulat menjadi tontonan dalam setiap sesi eksekusi. mengkebiri hati dan nurani, jiwa dan raga yang tiada henti
hingga mati tersudut dalam kubangan duka nestapa, prahara dan nista tanpa meninggalkan nisan dalam konflik horizontal, yang takkan pernah membuat kita sejajar dengan cendikiawan.

para oposisi berubah sosok menjadi pribadi malaikat dan nabi. menyebar beribu fitnah kotor yang lebih keji dari bavarian illuminati. menawarkan dosa dan pahala dalam kemelut drama yang mereka cipta. menuntun dan memaksa untuk bersimbiosis dengan yang mereka damba

laksana celoteh Amerika atas nuklir Iran dimuka dunia. laksana holocaust varian genosida sebagai pembenaran aneksasi yahudi di tanah Palestina. laksana propaganda brita a la media pada setiap sesi acara. laksana agenda kaum Qabalis berorientasi dunia penuh angkara

karena ulah kalian hanya menciptakan sistem kasta secara berkala. membuat mereka tak berdaya, terlilit duka nestapa dengan upeti fiktif belaka. terkubur dalam surga dan neraka tak berharga yang kalian cipta. dengan berhala, sebuah karya kemunafikan yang mengakar dalam negara

teruntuk kalian yang berlindung di balik angka nominal, logika dangkal tak bermoral. kepada kalian yang mensugestikan terciptanya perang global secara massal. maka, ku mulai dengan mengucap bismillah. tanpa perlu banyak muqadimah dan risalah tuk menentang kalian mahluk jahiliah

kami menolak menjadi hamba kalian dalam suksesi libido rencana fiktif belaka. kami berdiri dibaris terdepan menentang kalian dalam jalur resistensi nyata berkala. bersenjatakan kata-kata dalam barisan rima, retorika dan semiotika dalam sebuah prosa. hingga nanti tak ada satu tetes darah pun yang tersisa. tanpa perlu banyak berkompromi dengan sekawanan bigot dan despot. yang terus mengundang amarah tanpa mengenal waktu dan ragam spot

terakit demi eksistensi dan hegemoni pada puncak imperium. merekat kita dengan berbagai cara hingga tulung sum-sum. takkan pernah ada amnesti dan pledoi yang ku wakafkan padamu. hanya mosi yang layak melekat kau belenggu. tanpa harus ku hiraukan asas ius sanguinis dan ius soli. agar aku dapat bernafas bebas tanpa terkebiri dan tetap menantang matahari.

aku tak butuh berbagai varian penawaran yang kalian berikan, baik harta, wanita maupun jabatan. tak perlu diklarifkasi, karena kalian lebih buruk dari buruh dengan upah harian. konspirasi dan konstruksi kalian tak ubahnya Marx dengan petuahnya kepada para proletarian. instruksi kepalsuan, penuh kehampaan tanpa kedamaian dan kebenaran dalam keseharian (Jakarta, 2009)

Post a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s