Bangkit (Kembali Merakit Asa)

sejak dialektika yang kita rancang dalam dunia virtual kreasi manusia berbalut agenda penyembah berhala. penghujung bulan, sebelum matahari menunjukkan keperkasaannya kepada umat manusia orientasi dunia. spontan, tersentak hati terpaku mendengar argumen terlontar penuh kerak. tentang hubungan kita yang kau inginkan tuk berakhir, tanpa ada celah untuk ku menahan sejenak

mungkin itu sebuah petanda dari sang pencipta, untuk menuntunku kearah yang didamba. kembali, merajut dan merakit asa yang hendak dicipta. penuh harap tertata, menapik segala bencana yang menghadang realita di depan mata

biarkan Homicide berbicara tertata dalam berbagai rima tercipta melaknat pasar bebas. biarkan Thufail beretorika tentang agama sebagai hal yang pantas. biarkan Feminis berteriak lantang, menantang patriarki ganas. biarkan Anarkis berdiri bebas tanpa tanpa harus mengkosumsi regulasi cadas

biarkan Marx melontarkan mosi tak percaya terhadap Trinitas. biarkan FPI tetap mencundangi kaum Jahiliah dengan lugas dan keras dan biarkan aku kembali bangkit, merangkit segala asa tanpa batas, jauh dari jeratan bayang mu yang membuat segalanya kandas

bagai Intifadha yang tak kenal lelah menjadi syuhada melawan Israel di tanah Palestina. bagai Iran yang tak pernah menyerah melawan intervensi Amerika melalui propaganda kepada dunia. bagai Hizbullah tak kenal peduli terhadap para penjajah dari bangsa Yahudi. bagai Goerge Ritzer yang mengkonstruksi argumen tentang ancaman bahaya McDonaldisasi

mulai kini, kan ku coba biarkan kau menapaki langkah-langkah yang kau percaya. tanpa perlu banyak ku bertanya, untuk apa, ke mana dan seperti apa. tenang, tak ‘kan pernah ku paksa diri lebih hina dari Lenin dan Stalin yang memaksa Sosialis dengan berbagai cara hingga genosida yang teramat sadis

kan ku berikan kau kebebasan mutlak untuk berpijak pada idealisme yang kau damba. yang sebagian tak ‘kan pernah dapat ku rasa dan teraba dalam logika dan realita. ku hentikan diri ini untuk menganalisa segala hal yang kau percaya, mulai dari hal hingga tak terduga orientasi pada pusaran dunia

walau hanya sementara jaring muqadimah yang kita rajut tak terbatasi oleh ruang dan waktu yang tak pernah coba kita biarkan seorang pun untuk tahu tentang apa yang kita tuju. tapi, tak kan ku biarkan khilaf untuk singgah walau hanya sejenak, karena kau adalah sepenggal cerita yang tertanam laten yang tak mungkin dapat terelak. (Jakarta, Januari 2010)

Post a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s